Mengenalkan
Hidroponik Solusi Lahan Kering
Sosialisasi Hidroponik oleh Holida
Madura terkenal dengan lahan kering
terutama tegalan. Curah hujan pertahunnya tidak banyak, sedikit mata air dengan
70% tanahnya mediteran kuning dan 15% tanah aluvial. Madura sangat cocok ditanami
jagung, singkong dan tembakau. Lahan kering Madura sering menyebabkan petani
sulit untuk menanam komoditi selain jagung dan singkong. Padahal pertanian
tidak hanya berbatas pada dua komoditi tersebut.
Sayuran menjadi bagian penting dalam kehidupan, setiap manusia. Sayuran
bisa didapatkan dengan hidroponik untuk solusi yang lebih praktis. Kendala
lahan kering dan sempitnya lahan untuk bercocok tanam bahkan kendala kesibukan
bisa diatasi dengan penerapan hidroponik. Sistem ini sangat membantu masyarakat
yang ingin bercocok tanam tanpa harus memikirkan lahan.
Kelompok KKN 54 juga ikut berperan dalam mengembangkan
sayuran sehat dengan sistem hidroponik terutama bagi masyarakat desa yang jauh
dari informasi terkini. Dusun Gurbak, desa Pangongsean, Sampang menjadi salah
satu desa yang mendapat kebanggaan menerima sosialisasi sekaligus pelatihan
hidroponik. Kegiatan ini dilakukan pada selasa, 31 juli di salah satu sekolah
dengan sasaran masyarakat dusun Gurbak. Antusias pada masyarkat patut diacungi
jempol mengigat kesibukan yang mereka lakukan.
“ Kami belum tahu tentang
hidroponik ini sebelumnya. Ternyata mudah dan tidak usah menyiram tiap hari.”
Kata koordinator TK pada KKN 54 saat berlangsungnya sosialisasi dan pelatihan.
“ Hidroponik ini memiliki
banyak manfaat diantaranya tidak perlu disiram setiap hari serta tidak
menggunakan media tanah. Sehingga bisa dibuat oleh siapa saja walaupun tidak
memiliki lahan luas.” Terang pemateri.
Pembimbing lapang, Busro Karim juga
sangat mendukung proker unggulan KKN 54. Menurut beliau sosialisasi dan
pelatihan hidroponik sangat baik untuk membantu masyarakat desa terutama di pada
lahan kering.
Antusias
masyarakat juga membuat kami semangat melakukan sosialisasi dan pelatihan.
Kegiatan ini dirasa sangat penting untuk mereka yang notabenya petani.
Perkembangan teknologi dan informasi juga harus tetap mereka terima mengingat
dunia pertanian yang selalu mengalami perkembangan. Yang perlu digaris bawahi
bahwa pertanian menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari manusia
dan keberadaannya selalu mengalami perkembangan.
Terlihat
antusiasme dari peserta
Foto besrama kelompok KKN dengan warga
0 Komentar