TOPOGRAFI DESA PANGONGSEAN
Desa pangongsean merupakan salah satu desa yang ada di
kecamatan Torjun. Adapun letak geogragfis desa Pangongsean sebagai berikut:
1. Data Geografis
Desa ini merupakan daerah yang dekat dari
kabupaten sampan dengan jarak sekitar 2 km dan berjarak sekitar 500 meter dari
kecamatan. Desa Pangongsean merupakan salah satu dari 12 desa yang berada di
kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur dengan luas wilayah 600 hektar.
Desa Pangongsean terdiri dari empat dusun yaitu, Dusun Dualas, Dusun tangoh
Barat, Dusun Kaseran dan Dusun Gurtak. Adapun desa-desa lain yang berbatasan
dengan Desa Pangongsean adalah:
·
Batas sebelah utara : Desa Patapan
·
Batas sebelah selatan : Desa Patarongan
·
Batas Sebelah Barat : Torjun
·
Batas Sebelah Timur : Tanggumuh.
2. PEREKONOMIAN DESA PANGONGSEAN 2016
a. Mata pencaharian utama
· Jumlah PNS : 76 orang
· Jumlah TNI :
15 orang
· Jumlah Polri :
5 orang
· Jumlah perangkat desa : 17
orang
· Jumlah wirausaha :
40 orang
· Jumlah ustadz/ ustadzah : 37
orang
· Dokter :
7 orang
· Bidan :
2 orang
· Perawat :
3 orang
· Pension :
25 orang
b. Pendapatan perkapita : Rp
500.000,00-Rp 1.000.000,00 perkapita
c. Industri rumah tangga
·
Pengrajin songkok
·
Pengrajin ayakan
·
Pengrajin anyaman
Keadaan perekonomian desa
Pangongsean sebagian sudah dapat dikatakan berada pada taraf sedang sampai
tinggi (menengah keatas) hal itu dikarenakan jumlah penduduk desa Pangongsean
sendiri mayoritas para pemudanya lebih banyak merantau ke luar kota sehingga dengan
memilih untuk merantau ke luar kota dapat memenuhi kebutuhan sandang dan
pangannya serta pendapatan bagi perekonomian di keluarganya. Adapun untuk para
kaum lansianya masih menerapkan atau masih memanfaatkan potensi yang ada di
desa Pangongsean seperti masih banyaknya masyarakat yang bertani tembakau dan
padi serta memanfatkan bambu untuk dijadikan kerajinan yang menjadi penambah
penghasilan dikeluarganya.
Desa Pangongsean menjadi salah satu desa yang cukup produktif dalam berbagai hal. Keadaan ini dapat
dilihat dari adanya beberapa usaha yang dikeluti oleh masyarakatnya. Usaha
tersebut yang ada di desa Pangongsean diantaranya:
1. Usaha perdagangan / pertokoan
Usaha perdagangan
disini di desa Pangongsean terdiri atas beberapa macam perdagangan yang menjadi
salah satu penghasil penambah perekonomian bagi keluarganya. Perdagangan yang
dimaksud yakni perdagang bakso, penjual nasi pecel, nasi goreng, rujak, dll.
Sedangkan untuk usaha pertokoan yang ada di desa Pangongsean ialah pertokoan
seperti penjual sembako, pertokoan peralatan sekolah, dan pertokoan rumah
tangga yang lainnya.
2. Usaha keterampilan atau kerajinan
Desa Pangongsean
disini sangat memiliki potensi keterampilan dan di manfaaatkan sebagai salah
satu sumber penghasilan dan menambah penghasilan bagi kebutuhan keluarganya.
Keterampilan atau kerajianan yang terdapat di desa Pangongsean yaitu kerajianan
tusuk sate dan peci. Kerajinan tersebut menjadi bagian penting dalam menyumbang
penghasilan bagi masyarakat Pangongsean.
a. Keterampilan atau kerajianan Tusuk sate
Berlimpahnya
potensi bambu yang tumbuh di desa Pangongsean dijadikan sebagai salah satu
penghasilan kedua setelah penghasilan dari sistem pertanian. Bambu yang
melimpah dijadikan kerajianan seperti tusuk sate yang terdapat di dusun angsokah
dan ngasoran dajah. Usaha tusuk sate tersebut
berjalan sekitar 1,5 tahun. Sampai tahun 2018.
Usaha tusuk sate
ini dijadikan usaha sampingan dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga masyarakat
pemilik setiap bulannya. Usaha tusuk sate juga membantu pekerja untuk memenuhi
kebutuhan hariannya. Harapan dengan adanya usaha tusuk sate mampu
memperkerjakan masyarakat yang pengangguran sehingga tingkat pengangguran di
desa Pangongsean berkurang.
b. Keterampilan atau kerajianan Peci
Usaha tidak hanya dapat dikeluti oleh laki-laki
melainkan bisa juga dikeluti oleh perempuan. Usaha peci yang dikeluti oleh
masyarakat di dusun.....dikekola oleh perempuan.
Usaha peci sudah berjalan sekitar 14 tahun dan sudah dapat dipasarkan ke
Surabaya. Bahan dasar dari peci di desa Pangogsean diperoleh dari surabaya dan
sudah lengkap dengan bordiran, sehingga usaha di Pangongsean hanya tinggal
membentuknya saja. Untuk harga peci sekitar Rp. 320.000- Rp. 700.000/ kodi
sesuai dengan halus tidaknya bahan.
3. Usaha Mebel
Desa Pangongsean sendiri juga memiliki potensi
perkebunan yang terdapat macam-macam pepohonan besar seperti pohon jati, pohon
nangka dan pohon akasia yang berlimpah, maka dari itu masyarakat desa Pangongsean
memanfaatkannya sebagai salah satu penghasilan dan penambah pendapatan bagi
keluarganya. Potensi pepohonan tersebut banyak dimanfaatkan untuk mebel sebagai
pintu bangunan rumah, almari, buvet dan ranjang untuk tempat tidur dan
lain-lain. Hal ini dapat diketahui bahwa usaha mebel hampir dimanfaatkan bagi
sebagian dusun dari desa Dlambah Dajah.
3. SOSIAL BUDAYA
Keadaaan sosial budaya masyarakat dapat digolongkan
termasuk dalam golongan masyarakat rumpun patembayan yang mengelompok dan sudah
tersentralisai. Dengan melihat hal tersebut interaksi masyarakat satu dengan
yang lain dapat terjalin dengan baik sehingga koordinasi antara kepala dusun
dan masyarakatnya mudah dilakukan. Kegiatan sosial masyarakat yang dilakukan
adalah berkumpul bersama, bermusyawarah dan seringg bertukar pikiran di balai
desa untuk menciptakan kemajuan serta keamanan desa Pangongsean. Masyarakat
kebanyakan merupakan satu kerabat atau keluarga yang memang sudah tinggal sejak
lama di desa Pangongsean sehingga tali silaturahmi serta tenggang rasa mereka
amat tinggi. Keadaan sosial masyarakat
di desa Pangongean sudah dikatakan bagus, hal ini diketahui dari keadaan masyarakat yang terbuka dengan dunia luar dan
beberapa masyarakat juga tidak buta teknologi. Interaksi yang dilakukan menjadi
mudah ketika masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan
masyarakat luar Madura. Adapun juga disetiap sebulan sekali masyarakat desa
Pangongsean sering melakukan rutinitas pengajian bersama yang dilakukan
bergantian antar Dusunnya. Serta dilakukannya yasianan rutin yang dilakukan
disetiap minggunya.
Penduduk Desa Pangongsean adalah suku Madura, bahasa yang
digunakan sehari-hari adalah Bahasa Madura dan
semua penduduk di desa ini adalah memeluk agama islam.
Berikut merupakan sarana Pendidikan yang di desa Pangongsean.
a. Jumlah Paud : 4 buah
b. Jumlah TK : 3 buah
c. Julah SD/ sederajar : SD Kaseran,
SD Tango Barat, dan SD Kurbag, MI Nurul Iman, dan MI Nurul Ihsan.
d. Jumlah SLTP : 2 buah
SMP Negeri
e. Jumlah SMA/sedeajat : 1 buah SMA
swasta
Adapun kehidupan sosial keagamaan di dea Pangongsean cukup baik. Masyarakat melakukan ibadah solat, puasa dll
sesuai tuntunan ajaran islam.
Adapun jumlah tempat ibadah di desa Pangongsean antara kain yaitu:
a. Jumlah masjid : 7 buah
b. Jumlah mushola : 20 buah
Untuk sarana kesahatan berupa puskesmas hanya ada di kecamatan saja. Untuk
di desa Pangongsean hanya ada 1 Polides. Sedangkan untuk kesahatan bayi dan
balita terdapat 6 posyandu di Desa Pangongsean
4. Sementara Data Demografi Desa Pangongsean adalah sebagai berikut:
a. Jumlah Penduduk
Laki-laki : 2500 jiwa
Perempuan : 3500 jiwa
Dengan total jumalh penduduk : 6098 jiwa
b. Jumlah Kartu Keluarga (KK) : 1800
5. Sarana
Kesehatan
Untuk sarana kesahatan berupa puskesmas hanya ada di
kecamatan saja. Untuk di desa Pangongsean hanya ada 1 Polides. Sedangkan untuk
kesahatan bayi dan balita terdapat 6 posyandu di Desa Pangongsean
0 Komentar