PERKUAT SOLIDARITAS DENGAN SENI BELADIRI
AL-FATAH DARI PANGONGSEAN
Proses latihan seni beladiri Al-Fatah
Seni beladiri merupakan suatu kesenian yang timbul
sebagai suatu cara seseorang untuk mempertahankan atau membela diri. Seni
beladiri telah lama ada dan berkembang dari masa-ke masa. Pada dasarnya manusia
memang mempunyai insting untuk untuk selalu melindungi
diri dan hidupnya. Dapat dikatan bahwa
seni bela diri tersebar keseluruh penjuru dunia dan hampir setiap negara mempunyai seni beladiri yang berkembang di
daerah masing-masing. Selain sebagai upaya untuk melindungi diri, seni beladiri juga sering digunakan untuk ajang
memperkuat solidaritas antar sesama anggota baik
dari tingkat desa sampai ketingkat regional maupun nasional.
Terdapat banyak macam seni bela diri di Indonesia salah
satunya adalah Seni beladiri Al-Fatah merupakan seni beladiri
yang ada di Desa Pangongsean. Beladiri ini berdiri sejak tahun 2015 yang
dipelopori oleh salah satu tokoh masyarakat dan sekaligus menjadi pengasuh
pondok pesantren di Pangongsean. Sampai saat ini jumlah anggota seni beladiri
Al-Fatah sejumlah 60 anak muda desa Pangongsean yang terbagi menjadi dua bagian
yaitu: pertama: bagian seni, dalam hal ini lebih menekankan keluesan gerakan sehingga
menciptakan kesan yang estetis. dan yang kedua, bagian fighting, dalam hal ini lebih menekankan gerakan secara keras dan
cepat dan biasanya dugunakan untuk bertarung. Selain kedua
hal tersebut seni beladiri Al-Fatah juga di manfaatkan untuk nongkrong
ataupun hanya ngobrol. Sehingga menciptakan keharmonisan antara anak-anak muda
desa Pangongsean.
Hal yang menarik dari
seni beladiri ini adalah. Setiap kali
latihan selalu di iringi musik modern berupa “orgen”, lagu-lagu yang
dimainkan merupakan lagu yang cukup populer seperti sholawat, dangdut sampai lagu-lagu dari Madura. Iringan
musik dan lagu tersebut sebagai penyemangat sekaligus untuk memeriahkan suasana
ketika proses latihan berlangsung.
“ awal didirikan tahun 2015 tidak ada musik yang
mengiringi. Tapi beberapa bulan ini kita berinisiatif untuk menambahkan musik
agar saat melakukan latihan para anggota bisa lebih menikmati dan suasana menjadi ramai.” Tutur Suja’i salah satu
pelatih seni beladiri Al-fatah saat dilakukan
wawancara.
Dengan adanya kegiatan tersebut, tentu menjadi nilai positif bagi anak-anak muda desa Pangongsean dan sekaligus
menjaga kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas dari masing-masing
daerah. Maju terus generasi muda Indonesia.

0 Komentar